Cara Menggunakan Tensi Manual

cara menggunakan tensi manual

cara menggunakan tensi manual

Cara Menggunakan Tensi Manual РPada umumnya, tensimeter  manual terbagi menjadi dua jenis, yaitu tensimeter air raksa dan tensimeter jarum (aneroid). Meskipun begitu, cara menggunakan kedua jenis tensi manual ini sama persis.

Perpedaannya hanya terletak pada manometer atau skala penunjuk tekanannya saja.  Karena alasan keamanan, sekarang tensi air raksa sudah tidak direkomendasikan lagi untuk digunakan.

Sebenarnya, cara menggunakan tensimeter tidaklah sulit. Namun, mungkin bagi orang awam akan kebingungan ketika menggunakannya, karena alat ini umumnya digunakan oleh para tenaga medis untuk memeriksa pasien. Tetapi, apakah Anda tahu bahwa tensimeter merupakan salah satu alat kesehatan yang dapat kita beli di pasaran?

Bagi Anda yang ingin membeli salah  satu alat medis ini, maka ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu cara menggunakannya. Lalu, bagaimana cara menggunakan tensi manual ini? Yuk, langsung saja simak ulasan artikelnya yang sudah agungkate.my.id rangkum dari berbagai sumber berikut ini!

Cara Menggunakan Tensi Manual

Pertama, tentunya Anda harus mempersiapkan alat-alatnya terlebih dahulu, yaitu sebuah tensimeter aneroid. Apabila Anda belum memilikinya, maka Anda dapat membelinya di toko peralatan medis.

cara menggunakan tensi manual

Setelah itu, jika Anda pertama kali menggunakannya, maka disarankan untuk menggunakan bantuan alat stetoskop untuk memudahkan Anda menganalisa dan mendengarkan denyut nadi ketika menentukan sistolik dan diastolik.

  1. Pertama, pasang manset pada lengan kiri Anda, pastikan jika Anda sudah memasangnya dengan benar. Biasanya terdapat petunjuk pada bagian luar manset.
  2. Setelah itu, posisikan jarum petunjuk supaya Anda bisa dengan mudah melihatnya.
  3. Berikutnya, kenakan stetoskop dan letakkan “head piece” stetoskop pada lengan sebelah kiri yang terpasang manset kira-kira diatas lekukan lengan dimana disitu biasanya denyut nadi akan terdengar jelas. Jepitkan “head piece” pada manset tensimeter bila Anda sedang mengukur diri Anda sendiri supaya tidak lepas.
  4. Langkah selanjutnya yaitu tangan kanan menggenggam bola tensi dengan posisi ibu jari dan jari telunjuk memegang pelepas tekanan. Pastikan dalam posisi tertutup.
  5. Pompa manset dengan cepat, dan perhatikan jarum sampai menunjuk ke skala 180 mmHg. Berhenti di situ, lalu perlahan putar penutup sampai tekanan bisa turun dengan pelan dan konstan.
  6. Perhatikan turunnya jarum pada manometer sambil dengarkan di telinga Anda. Pada saat Anda mendengar denyut nadi yang keras untuk pertama kali, itulah tekanan Sistolik.
  7. Perhatikan terus sampai suara tersebut menghilang perlahan sampai seperti desiran angin. Pada saat itulah tekanan Diastolik.
  8. Jadi, Anda sudah mendapatkan dua angka yang ditunjukkan oleh jarum manometer. Pertama, ketika denyut nadi terdengar keras, yaitu Sistolik. Kedua, ketika denyut nadi sudah tidak lagi terdengar, yaitu Diastolik.

Bagi Anda yang pertama kali melakukannya, mungkin akan sedikit kesulitan. Namun, Anda hanya belum terbiasa menggunakannya, lambat laun pasti Anda dapat menggunakannya dengan mudah.

Bahkan, jika Anda sudah handal karena menggunakannya secara rutin, maka Anda sudah tidak membutuhkan stetoskop lagi untuk mendengar denyut nadinya. Anda hanya cukup merasakannya dengan jari Anda.

Baca Juga: Cara Menggunakan Bor Listrik